BISNIS BUDIDAYA TIMUN JEPANG -- Sudah banyak orang mengenal tanaman mentimun, namun belum banyak yang mengenal timun Jepang. Timun Jepang atau dikenal dengan nama kyuri ini memang bentuknya mirip dengan sayuran timun yang kita kenal sehari-hari.  Saat ini potensi bisnis dari budidaya timun jepang ini kian mendapatkan tempat. Pasar dari Timun Jepang ini kini banyak datang dari restoran dan rumah makan cepat saji yang banyak tersebar di berbagai kota besar.

Potensi Bisnis Timun Jepang

Saat ini komoditas timun Jepang ini memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan  ekspor. Namun kendalanya sampai dengan saat ini belum banyak pelaku usaha yang bisa memenuhi permintaan secara rutin dalam jumlah banyak dan kualitas yang baik.  Jikapun ada  yang menyanggupi namun jumlahnya belum banyak.

Data yang dicatat oleh Santoso, Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan dan Swadaya (P4S) Agrofarm Cianjur, permintaan sayuran Jepang seperti kyuri terus meningkat terkait dengan jumlah permintaan yang terus bertambah dan jumlah restoran khas Asia Timur yang bermunculan.

Apa Keunggulan Timun Jepang?

Ada banyak kelebihan dan keunggulan yang terdapat pada kyuri atau timun Jepang ini  jika dibandingkan dengan timun lokal. Kelebihan tersebut antara lain dari segi volume, 1 pohon kyuri mampu menghasilkan sebanyak 8-10 buah dengan ukuran 4 kali lipat lebih besar dari timun lokal meski masa tanamnya relatif tidak jauh berbeda sekitar 40 hari.

Keunggulan lain dari timun Jepang ini adalah  memiliki harga jual yang tinggi sehingga cepat mendatangkan keuntungan.  Selain itu dari aspek bisnis , budidaya Timun Jepang ini masih relatif sedikit pesaingya.

Meski memiliki beberapa keunggulan dari bisnis budidaya Timun Jepang ini, namun ada catatan dan tantangan yang harus dipenuhi. Kunci utama  untuk sukses bisnis budidmendapatkan pasar yang baik itu adalah selalu menjaga kualitas buah, dalam budidaya kyuri yang harus diperhatikan adalah factor lingkungan dan cuaca. Karena jika lengah sedikit saja hama penyakit bisa menyerang tanaman yang berakibat gagal panen.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top