Wereng adalah tanaman penghisap cairan tumbuhan. Wereng sangat berbahaya saat padi sudah mulai menguning siap untuk panen. Saat petani sedang asyik melihat tumbuhan yang awalnya subur tiba - tiba mengering dan akhirnya dengan sangat marah membakar tanaman padi yang siap dipanen. Walaupun dipanen juga tidak banyak isi dari tanaman padi yang sudah terkena hama wereng. Sehingga jika anda adalah petani sejati harus membaca artikel cara mengatasi hama wereng dengan cermat.

Wereng sangat berbahaya untuk tanaman padi sehingga petani yang melihat wereng akan langsung mempersiapkan semprot kimia yang dirasa sangat ampuh membunuh wereng. Memang sangat ampuh membunuh wereng tetapi sadarkah jika petani itu sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal jika mengatasi wereng dengan membunuh wereng menggunakan pestisida.
  • Kesalahan pertama dari petani itu adalah dengan membunuh wereng menggunakan pestisida maka secara tidak langsung meracuni diri sendiri dengan pestisida pembunuh wereng. Baca : Bahaya makanan mengandung pestisida
  • Kesalahan kedua adalah matinya musuh alami wereng. Tidak hanya wereng yang mati tetapi musuh alami pemakan wereng. Ini adalah kesalahan kedua yang sudah dilakukan petani yang paling fatal. Kenapa fatal? Karena panen berikutnya sudah bisa dipastikan hama wereng akan lebih banyak dan lebih ganas dari pada panen sekarang jika tidak memiliki musuh alami. 
  • Kesalahan ketiga adalah tanah menjadi bantat dan tidak subur. Ini juga merupakan kesalahan yang fatal dari petani. Dengan tanah yang bantat dan keras. Maka aktifitas yang dilakukan oleh petani akan menjadi sangat susah. Aktifitas seperti menanam padi, membuah gulma di sawah dan sebagainya akan menjadi semakin sulit dan sukar dilaksanakan jika tanah sudah bantat.
Cara Ampuh Mengatasi Hama Wereng Secara Alami
wereng hijau

Yang lebih menyedihkan jika sudah menghabiskan banyak uang untuk membeli semprot kimia, bukannya wereng hilang malah datang silih berganti. Hal ini terjadi karena pada penyemprotan pertama wereng dan pemakan wereng mati. Akhirnya wereng dari tetangga semua berkumpul di sawah kita. Apa yang terjadi. Pastinya siap siap gagal panen. Tabahkan hatimu ya petani.
Berikut ini adalah jenis wereng yang berbahaya untuk petani.
  • Wereng hijau (Nephotettix spp.) menyebarkan virus tungro yang dapat menurunkan produksi padi.
  • Wereng coklat (Nilaparvata lugens) menyebabkan batang dan tumbuhan padi mengering karena cairan habis diserap oleh wereng ini.
  • Wereng punggung putih (Sogatella furcifera)
Olehkarena itu saya akan memberikan solusi dengan mengatasi hama wereng secara alami.
  1. Siapkan Semprot alami dengan Kecubung 2 butir saja. Daun dan akar Pohon jenu/tuba (pohon yang bersifat memabukkan yang biasa dipakai untuk menangkap ikan sebelum dikenal adanya portas dan setrum) dan air. Caranya sangat mudah yaitu cukup dicampur ketiga bahan tersebut dengan cara kecubung di iris dan jenu di tumbuk kemudian diremas remas di dalam air kemudian disaring dan digunakan untuk menyemprot wereng.
  2. Gunakan semprot menggunakan air tembakau atau air kencing yang sudah didiamkan selama 1 minggu dalam botol tertutup. Perlu di ingat jika anda memilih cara ke dua ini silahkan siapkan masker dan semprotlah pada bagian bawah saja (khusus yang memilih menyemprot dengan air kencing).
  3. Lestarikan musuh alami wereng yaitu
  • Laba-laba serigala (Pardosa pseudoannulata)
  • Laba-laba bermata jalang (Oxyopes javanus)
  • Laba-laba berahang empat (Tetragnatha maxillosa).
  • Kepik permukaan air (Microvellia douglasi)
  • Kepik mirid (Cyrtorhinus lividipennis)
  • Kumbang stacfilinea (Paederus fuscipes)
  • Kumbang koksinelid (Synharmonia octomaculata)
  • Kumbang tanah atau kumbang karabid (Ophionea nigrofasciata)
  • Belalang bertanduk panjang (Conocephalous longipennis)
  • Capung kecil atau kinjeng dom (Agriocnemis spp.)
 Cara pencegahan
  1. Gunakan Semprot alami.
  2. Gunakan varietas tahan wereng seperti Ciherang, Mekongga, dan Cigeulis
  3. Gunakan varietas tahan tungro seperti IR-50, IR-64, Citanduy, Dodokan, IR –66, IR-70, Barumun, Kelara, Memberamo, IR-36, IR-42, Semeru, Ciliwung, Kr. Aceh, Sadang, Cisokan, Bengawan , Citarum dan Serayu.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top