System of rice intensification atau dikenal dengan SRI adalah sistem pertanian yang memaksimalkan intensifikasi pertanian. SRI adalah sistem pertanian yang sangat ramah dengan lingkungan karena mengharuskan petani yang menggunakan metode ini harus menggunakan pupuk organik. Baik Pupuk organik cair atau dikenal dengan mikro organisme lokal (MOL) atau nutrisi atau pupuk padat organik. Setiap metode pasti memiliki kelebihan dan kekurangan begitu juga dengan SRI.

Kelebihan dan Kekurangan SRI
Penanaman Padi Metode SRI dalam pot
Terlebih dahulu sebelum masuk pada menu utama, Sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu, Apakah yang dimaksud dengan SRI. Metode SRI terdiri atas  3 pokok poin yang utama yaitu penanganan bibit dengan baik. Penyiapan lahan dan ketiga adalah menjaga ekosistem lingkungan.

Penanganan Bibit yang baik

Sebelumnya sudah pernah saya bahas dalam postingan Cara Membuat Benih Padi Unggul, ada baiknya anda membaca terlebih dahulu di sana. Mulai dari cara memilih benih dan perlakuan yang baik kepada benih yang ditanamkan.

Pernyiapan Lahan pertanian yang baik.

Mempersiapkan lahan peranian adalah kunci keberhasilan SRI, lahan pertanian SRI harus dibuat dan ditata seapik mungkin. Selengkapnya sudah pernah saya bahas pada Cara Mempersiapkan lahan pertanian. Lahan pertanian yang baik ibarat rumah yang nyaman. Baik itu kecil maupun besar, tetapi jika nyaman pasti akan membuat hati senang sehingga produktivitas juga meningkat. Sama dengan padi, jika lahan pertanian baik, maka akan meningkatkan produktivitas padi dan ekosistem sawah juga akan sehat.

Pelibatan Mikro Organisme Lokal dalam pertanian.

Tidak ada makhluk yang diciptakan sia sia, bahkan walaupun itu adalah wereng dan belalang, pasti juga memiliki manfaat untuk padi. Contoh kecil adalah jangkrik walaupun pemakan tumbuhan, tetapi keberadaan jangkrik di sawah bisa membuat tikus takut mendengar suara jangkrik. Sangat Jarang petani SRI yang terkena gangguan wereng dan lain lain. Karena memang petani SRI adala petani yang ramah lingkungan.

Kelebihan dan kekurangan SRI 

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat tabel berikut ini.
Kelebihan dan Kekurangan SRI
Sumber gambar www.gerbangpertanian.com
Dari perbandingan itu sudah jelas sekali hanya saja ada beberapa yang perlu diluruskan.
Dan nanti akan saya jawab pertanyaan dengan objektif.

Apakah SRI tidak tahan dengan Keong, kan tanamnya satu - satu, kalau dimakan satu kan habis?

Jawabannya adalah tahan. SRI adalah intensifikasi pertanian yang termasuknya adalah pengolahan lahan. Sedangkan Keong menyerang jika umur padi masih muda, kedua air masuk ke tanah yang mengandung tanaman. Jadi jelas, hal ini sudah bisa diatasi dengan pengaturan parit air, karena tanaman yang ditanam dengan metode SRI tidak membutuhkan banyak air, karena dengan sedikit air saja.

Pengolahan SRI terlalu sulit dan harus bagus sekali?

Pengaturan dan pengelolaan lahan pada sistem tanam SRi tidaklah sulit, juga tidak merepotkan. Anda hanya perlu membuat parit air untuk cadangan air dan menghindari dari terlalu banyak air yang menggenang karena memang air menggenang tidak baik untuk pertumbuhan anakan padi yang bisa membuat akar membusuk. Tapi dengan jarak tanam yang sesuai maka bisa dipastikan untuk satu benih akan bisa menghasilkan satu rumpun yang memiliki anakan 50 anakan, atau bahkan lebih. (jarak tanam 40 cm). Lihat gambar.
Kelebihan dan Kekurangan SRI
Lihatlah Satu Indukan Benih Padi bisa memiliki 50-90 anakan
Untuk kelebihan dan kekurangan saya belum menemukan dari SRI, karena satu hal yaitu SRI adalah pertanian yang ramah dengan lingkungan. SRI seolah - olah adalah implementasi dari makna sesungguhnya bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah fil ard (Pemimpin untuk bumi) maka selayaknya berbuat baik untuk alam.
 Keunggulan sistem tanah SRI
  1. Tanaman Hemat air.  Dalam sistem tanam padi organik SRI sangat dianjurkan untuk memakai sedikit air, demi menjaga kualitas padi. Ini tentu sangat cocok untuk daerah yang masih tadah hujan. atau jauh dari sistem irigasi.
  2. Hemat biaya, hanya butuh benih 5 kg per hektar.
  3. Hemat waktu, ditanam bibit muda 5 – 12 hari setelah semai dan jika ditanam bersama dengan petani konvensional maka akan lebih cepat panen 10 hari atau 7hari lebih cepat.
  4. Produksi meningkat, di beberapa tempat mencapai 11 ton per hektar tergantung perawatan.
  5. Ramah lingkungan, SRI mengharuskan penggunaan pupuk organik baik yang cair maupun yang padat.  Dan untuk pembuatan pupuk organik akan saya jelaskan lain kesempatan.
Baca lebih tentang SRI : Mengenal Sistem tanam padi organik SRI
Ajukanlah pertanyaan jika kamu menemukan sesuatu untuk ditanyakan silahkan tulis pada kolom komentar, saya akan berusaha menjawab seobjektif dan sebaik mungkin sebisa saya. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top